SIJUNJUNG, Ladokutunws.id – Upaya mendorong Geopark Ranah Minang Silokek meraih pengakuan internasional terus dimaksimalkan. Tim Evaluator dari UNESCO Global Geopark meninjau langsung situs budaya bersejarah Istana Kelambu Suto di Jorong Jambu Lipo, Nagari Lubuk Tarok, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Kamis (20/8/2026).
Kedatangan dua orang Asesor UNESCO, yakni Prof. Jeon Yong-Mun dan Nicolas Klee, disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sijunjung, tokoh adat, serta masyarakat setempat. Kunjungan lapangan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini bertujuan untuk memvalidasi secara langsung kesiapan, keutuhan cagar budaya, dan keterlibatan masyarakat lokal dalam pelestarian kawasan Geopark Ranah Minang.
Istana Kelambu Suto yang menjadi salah satu ikon cagar budaya utama di Nagari Lubuk Tarok menjadi fokus evaluasi kali ini. Tim Asesor melihat secara dekat arsitektur tradisional, peninggalan bersejarah Kerajaan Jambu Lipo, serta mendengarkan paparan terkait kearifan lokal yang masih terjaga lestari di tengah kehidupan masyarakat setempat.
Kegiatan peninjauan ini turut dihadiri oleh jajaran jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sijunjung, pimpinan Forkopimca Lubuk Tarok, Wali Nagari, hingga Rajo Kerajaan Lubuk Tarok. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen kuat dan kolaborasi padu antara pemerintah daerah, pemangku adat, dan warga dalam mewujudkan status UNESCO Global Geopark.
Penilaian ini bukan sekadar validasi teknis terhadap kekayaan geologi dan budaya semata, melainkan juga menekankan pentingnya keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal melalui tata kelola pariwisata berbasis komunitas. Istana Kelambu Suto dinilai memiliki potensi besar sebagai magnet wisata budaya yang mampu mengedukasi wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian Nagari.
Setelah merampungkan peninjauan di Istana Kelambu Suto pada pukul 16.00 WIB, rombongan Tim Evaluator UNESCO melanjutkan agenda peninjauan ke kawasan Muaro Sijunjung. Seluruh Rangkaian kegiatan evaluasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif, memancarkan optimisme tinggi bagi Ranah Minang untuk menembus panggung dunia. (AM)
