Ladokutunews.id - PADANG – Nasib nahas menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Desi Fitriani (46). Ia dilaporkan meninggal dunia akibat tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres B5 di KM 12/700, tepatnya di depan Bundaran Universitas Negeri Padang (UNP), Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang pada Selasa (04/08/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Korban yang diketahui merupakan warga Jalan Raya Piai Tanah Sirah, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, diduga mengalami pusing sebelum akhirnya terserempet kereta api yang melaju kencang.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, yakni Dedi Noferi (50), seorang agen, Pajri Zulprial (32), petugas keamanan (Security) UNP, dan Edo Ardo (34), insiden bermula saat korban terlihat berdiri di pinggir jalan dekat perlintasan kereta.
Sekitar pukul 13.20 WIB, Kereta Api Pariaman Ekspres B5 melaju dari arah Pariaman menuju Stasiun Simpang Haru. Saat kereta api semakin dekat ke arah Shelter Air Tawar, saksi melihat korban tiba-tiba melangkah mundur ke arah belakang seperti orang yang sedang mengalami pusing atau kehilangan keseimbangan.
"Saksi di lokasi sebenarnya sudah meneriaki korban bahwa ada kereta yang akan lewat, namun sayangnya peringatan tersebut tidak terdengar oleh korban. Akibatnya, korban tertabrak dan mengalami luka fatal di bagian kepala," terang laporan kepolisian setempat.
Menerima laporan dari warga terkait insiden tersebut, Personil Piket SPK dari Polsek Padang Utara di bawah pimpinan Perwira Pengawas (Pawas) Ipda Roy Fandra langsung bergerak mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, korban yang sudah dalam keadaan kritis sempat ditolong oleh masyarakat sekitar bersama Personil Klinik Batalyon 133. Menggunakan ambulans dari Batalyon 133, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Padang. Namun nahas, setibanya di rumah sakit, pihak medis RS Hermina menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.
Pihak Polsek Padang Utara kemudian berupaya mencari tahu keberadaan keluarga korban. Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas berhasil menghubungi pihak keluarga yang tinggal di daerah Piai, Kecamatan Lubuk Begalung.
Sekira pukul 15.50 WIB, pihak keluarga akhirnya tiba di RS Hermina untuk menjemput jenazah almarhumah. Rencananya, jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk segera dimakamkan.
Keluarga korban menuturkan kisah yang cukup memilukan. Diketahui, sehari-hari almarhumah sering bekerja sebagai relawan yang mengumpulkan sumbangan untuk anak-anak yatim di sebuah yayasan. Selain itu, pihak keluarga juga membenarkan bahwa dalam beberapa hari terakhir korban memang sering mengeluhkan sakit kepala dan pusing saat berada di rumah, yang diduga kuat menjadi penyebab korban kehilangan keseimbangan di dekat jalur kereta api.
Kini, kepergian sang pahlawan bagi anak-anak yatim tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.. (AM)
