PADANG, Ladokutunews.id — Dinding kusam yang tadinya tak terawat di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, kini berubah total menjadi ruang ekspresi penuh warna. Goresan seni mural tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memancarkan pesan kuat tentang kekayaan budaya dan potensi pariwisata Kota Padang.
Transformasi visual ini lahir dari Lomba Mural Tingkat Kelurahan Mata Air untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jumat (28/8/2026). Dipusatkan di depan Taman Aliran Kenangan, Jalan Sutan Syahrir, ajang bertajuk “Seni Mewarnai Dinding Budaya dan Wisata Menginspirasi” ini sukses menyedot perhatian warga sekitar.
Bukan sekadar kompetisi melukis biasa, ajang ini dirancang sebagai media komunikasi visual yang merakyat. Lewat goresan kuas, para peserta memperkenalkan sejarah lokal, destinasi wisata unggulan, hingga kelezatan kuliner khas yang menjadi kebanggaan warga Padang Selatan.
Camat Padang Selatan, Wilman Muchtar, hadir meninjau lokasi bersama Lurah Mata Air, Rio Ariesta. Ia memberi apresiasi tinggi atas kolaborasi warga dan pemuda setempat yang berhasil menyulap sudut kota kumuh menjadi ruang publik bernilai estetik sekaligus edukatif.
Wilman menceritakan, aksi kreatif ini berawal dari gerakan gotong royong membersihkan kebersihan lingkungan. Trotoar dan dinding yang sempat terbengkalai dibersihkan bersama-sama sebelum disiapkan menjadi kanvas bagi para seniman lokal.
Menurut Wilman, pendekatan seni terbukti jauh lebih efektif dibanding imbauan kaku dalam mengedukasi warga. Melalui gambar yang komunikatif, pesan untuk menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan terasa lebih alami dan mudah ditangkap oleh masyarakat.
"Peserta menggambarkan potensi khas Padang Selatan, mulai dari pesona alam, sejarah, hingga kuliner. Dinding ini sekarang 'bercerita' kepada publik dengan cara yang menarik, kreatif, dan mudah dipahami," ujar Wilman di sela peninjauan.
Ruang visual ini juga menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat seni mereka. Pemerintah kecamatan berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat terhadap fasilitas publik di wilayah sendiri.
Inisiatif berbasis komunitas ini sejalan dengan program unggulan Pemko Padang, seperti Padang Rancak dan Padang Bersih. Konsep ini membuktikan bahwa penataan tata ruang yang bersih, rapi, dan berkarakter dapat terwujud nyata melalui partisipasi aktif warga. (AM)


