Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, dr. Lismawati, Sp.PA, M.Biomed, M.M, MKM Olah Sampah Organik dengan Magot, Dorong Lingkungan Rumah Sakit Lebih Bersih dan Sehat



PADANG, Ladokutunews.id — RSUD dr. Rasidin Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, mengembangkan pengolahan sampah organik menggunakan magot sebagai salah satu upaya mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. (11.10.26)


Program ini memanfaatkan magot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) untuk mengurai sampah organik, seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan. Melalui metode tersebut, sampah yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.


Pengolahan sampah organik dengan magot menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di lingkungan RSUD dr. Rasidin Padang. Selain membantu mengurangi timbunan sampah, metode ini juga mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali material organik yang masih dapat diolah.


Proses pengolahan diawali dengan mengumpulkan sampah organik dari sisa makanan dan bahan organik lainnya. Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam media budidaya khusus agar magot dapat tumbuh dan menguraikan bahan organik secara optimal.


Setelah melalui masa pemeliharaan sekitar 12–14 hari, magot dapat dipanen sesuai dengan kondisi pertumbuhannya. Larva yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sedangkan sisa pengolahan atau kasgot dapat diolah lebih lanjut menjadi pupuk organik setelah memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan.


Program ini memiliki sejumlah manfaat, mulai dari membantu mengurangi volume sampah organik hingga menghasilkan produk yang berpotensi memberikan nilai tambah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.


Selain memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah, pemanfaatan magot juga dapat menjadi bagian dari edukasi lingkungan bagi masyarakat dan pengelola fasilitas pelayanan kesehatan. Pengelolaan yang terencana diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.


Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, dr. Lismawati, Sp.PA, M.Biomed, M.M, MKM, menjadi sosok penting dalam penyampaian kebijakan dan arah pengelolaan rumah sakit. Program pengolahan sampah organik dengan magot ini dapat mendukung upaya mewujudkan lingkungan fasilitas kesehatan yang lebih tertata, bersih, dan berwawasan lingkungan. Pernyataan langsung beliau mengenai program ini masih perlu dikonfirmasi agar dapat disajikan sebagai kutipan resmi.


Dalam pelaksanaannya, pengolahan sampah organik tetap perlu memperhatikan pemilahan limbah secara ketat, terutama karena rumah sakit menghasilkan berbagai jenis limbah dengan karakteristik dan risiko yang berbeda. Hanya sampah organik yang sesuai dan aman yang boleh masuk ke media budidaya magot, sedangkan limbah medis dan limbah berbahaya harus ditangani melalui prosedur khusus sesuai ketentuan yang berlaku.


Melalui pengembangan pengolahan sampah organik ini, RSUD dr. Rasidin Padang diharapkan dapat terus memperkuat komitmen terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Upaya tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pengelolaan sampah yang baik membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari petugas hingga masyarakat, demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.


Sampah bukan akhir dari pemanfaatan, melainkan awal dari peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bernilai guna. (AM)

Lebih baru Lebih lama